Wednesday, January 2, 2013

#2 : Rintik Sepi

Duduk termenung di petak segiempat
Tersungkur di sudut kegelapan
Tidak ada pintu keluar 
Hanya jendela,
Ya sebuah jendela, menampakkan dunia luar
Mendung dan sendu
Rintik-rintik hujan mulai membasahi cakrawala
Dingin menusuk relung
Ingin seperti dunia yang rela dipermainkan langit
Kini rindu udara segar, tapi
Tak tahu harus menunggu atau bergabung bersama hujan, menghirup udara?

Tuesday, January 1, 2013

#1 : Ibu

Ada cahaya surga di telapak kakinya yang pecah
Ada kebahagian agung di tatapan matanya
Ada sisa-sisa kekuatan ditiap rambut yang memudar
Doanya tak pernah terhenti, 
Menyiapkan apa yang tak terbilang
Menahan apa yang diingin
Bintang yang paling bersinar di malam
Terang yang melebihi matahari di pagi
Biar dunia mencari suka cita, Bu 
Suka cita ku ada di sini, bersama Ibu..

Thursday, July 26, 2012

karena sabar tidak sesederhana itu


Hanya tulisan sederhana dan terpampang cuma di bis yang tidak berpendingin ruangan.

Mungkin juga penumpang tidak banyak yang memperhatikan tulisan ini, mungkin cuma tulisan biasa yang biasa dianggap lelucon seperti terpampang di bis-bis lain atau seperti tulisan tidak senonoh yang ada di truk-truk.

Tetapi pagi itu, pukul 9.30, aku melihatnya beda. Menurutku kata-kata itu tidak sesederhana tampaknya. Layaknya yang tampak difoto ini, seorang kenek yang sedang menunggu penumpangnya atau mungkin kesabaran menghadapi hidupnya..

sabar tidak sesederhana tampaknya..
FNM-26072012

Sunday, July 15, 2012

Ketika penyesalan datang ( terlambat )

Masih kecil aja jiwa kakanya udah keliatan
      Pernah ngerasain dimana penyesalan udah nggak ada artinya lagi? Kalau suatu kejadian atau prilaku kita yang bikin kita menyesal, senggaknya kita masih bisa ngebuat itu jadi pelajaran. Tapi apa jadinya kalau penyesalan timbul karna kita belum sempet nurutin atau ngebahagiain orang yang kita sayang?

     Orang baik katanya cepet dipanggil sama Tuhan, pernah dengerkan istilah itu? Begitu pula yang gw rasain ke Alm. Abang gw, Yudha Novrisa Pratama. Saat dihari Tuhan memutuskan untuk memanggil , anak, abang, sepupu, keponakan, temen dan sahabat tercinta semua orang, nggak putus - putusnya orang - orang berdatangan kerumah kami. Begitu pula ketika jasadnya akan disemayamkan untuk selama - lamanya diliang kubur, berjejer mobil - mobil untuk mengantarkan dia yang tersayang ke peristirahatannya yang terakhir. Itu semua karna apa? Karna semua sayang Bang Yudha ( panggilan kami ke dia ).

     Bahkan Abang gw yang kedua Bang Iki ( dibawah Bang Yudha ), yang dikenal cuek, ikut meneteskan air matanya dan dia lah yang ikut mengantarkan Bang Yudha ke lubang peristirahatannya. Semua berduka hari itu, bahkan temannya dari Padang datang kerumah kami di Karawaci. Tukang bubur yang biasa lewat rumah kamipun, ikut bersedih dan mengatakan kebaikan - kebaikannya.

our inspiration
    Dia lah salah satu orang yang gw anggap hebat dan gw banggakan. Bayangkan, gaji pertamanya, dia belikan satu - satu untuk adik - adik serta kedua orang tuanya. Dia juga yang dengan jahil mengajarkan gw membaca ( yang saat itu gw rasa sudah benar membacanya tapi dia tetap bilang salah ). Dia juga satu - satunya, sepengetahuan gw, yang sampai sebelum dia jatuh sakit masih suka menyiumi kami adik - adiknya ( bahkan ke Bang iki ). Kalau dulu kami semua ( Bang Iki, saya dan Okky ) bakal memberontak apabila dia sudah mulai menyiumi kami satu - satu. Tapi sekarang, gw rela menukar apa saja barang yang saya punya untuk kembali merasakan moment itu lagi.

      Kembali ke paragraf awal, kenapa gw menyinggung masalah penyesalan? Dia adalah tipe Abang yang mau banget diganggu oleh masalah - masalah adik - adiknya. Dia juga orang yang akan ikut merasakan apa yang dirasakan adik - adiknya. Tiba - tiba beberapa hari yang lalu, gw sangat rindu dengan Bang Yudha. Gw putuskan untuk mengirim pesan ke Facebook nya mantan terakhir Bang Yudha, gw mau tau lebih banyak Bang Yudha kalau dimata temen pergaulannya. Jawabannya Ka Intan ( mantannya tersebut ), sungguh membuat gw kembali kemasa - masa Bang Yudha masih ada dan ketika akhirnya gw dipaksa untuk menyadari kalau dia nggak ada lagi disamping gw. Ka Intan cerita, gimana keluarganya jadi tujuan utamanya. Keluarga bagi dia adalah tempat ternyaman, tapi dia juga yang nggak lepas dari dunia pergaulan. Paling buat gw sedih, dia bangga dengan gw dan dia bener - bener berusaha untuk jadi contoh baik buat adik - adiknya.

     Kalau ditilik kebelakang, sewaktu Bang Yudha lulus kuliah dari Padang dan langsung pindah kerumah kami lagi, dia mengikuti perkembangan gw ( yang masih labilnya anak SMA awal - awal ). Gw yang waktu itu masih risih kalau keluarga gw ikut campur masalah gw, gw cuek aja kalau ditanya - tanya sama dia. Suatu saat, ketika gw putus dengan pacar, mungkin karna kasian ngeliat muka gw yang sendu terus - terusan, dia bilang, ' Nunk, kalau ada masalah apa - apa cerita aja ke Bang Yudha kalau belum bisa cerita ke Ibu ( saat itu gw sama Ibu masih kayak Tom & Jerry ).

our best brother
     Saat itu gw mikir, mungkin nanti suatu saat gw bisa sharing sama Bang Yudha, karna sebenarnya gw sharing apa aja sama dia kecuali masalah percintaan labil anak SMA. Tapi sampai saat dia dipanggil oleh Tuhan, yang juga sayang sama dia, gw belum sempat meralisasikan itu. Mungkin semacam karma, hingga saat ini gw merasa, apabila masalah besar atau gw sedang senang gw ingin sekali menceritakan itu semua ke dia. Gw ingin menceritakan kebahagian gw sewaktu gw diterima menjadi Mahasiswi Unpad atau Okky yang diterima di UI, karna apa? Karna kebahagiannya akan lebih besar dari kebahagian kami sendiri atau ketika saat gw merasa sendiri, gw yakin kalau ada dia, pasti gw nggak akan pernah ngerasain itu.

     Kamu tau, sampai detik terakhir dia sebelum akhirnya tidak sadarkan diri, yang dia katakan adalah "gimana adik - adiknya dan siapa yang bantuin Ayah dan Ibu kalau Yudha nggak ada?". Dan hal yang paling membuat penyesalan semakin nyata adalah kami, Adik - adiknya, dateng menjenguk ketika disaat dia sudah tidak dapat melihat dan mendengar. Saat itu ketika Ka Intan dateng dari Padang untuk menjenguk, yang Bang Yudha sampaikan adalah, " mana ni adik - adik gw, belum ada yang dateng." How's your feeling, if your beloved brother told that? Dan itu gw tau, setelah Bang Yudha udah nggak bisa ngeliat, ngerasain dan ngedenger keberadaan kami, adik - adiknya.

    Sampai saat ini gw tetap berharap sebenernya Bang Yudha masih ada, dia cuma lagi di Padang aja lagi kuliah seperti dulu dia jarang pulang sewaktu dia kuliah. Bang Yudha akan tetap menempati sebagian hati gw dan Bang Yudha tetap hidup dihati gw melalui pesan - pesannya dulu yang disampaikan ke gw, sebagai perempuan dan adik perempuan satu - satunya.


" Jadi cewek itu jangan make up doang yang ditebelin, tapi juga otak nunk. " - Bang Yudha


Note: Gw bersyukur, Bang Yudha menjadi salah satu saudara kandung gw dan pernah memasuki ke kehidupan gw. You'll always be the best for us, Bang. Semoga Bang Yudha selalu bahagia disisi Allah SWT. ( 29 November 1982 - 9 Agustus 2006 )

Sunday, February 19, 2012

the story behind of first step, Pare - kampung inggris




here they are my lovely roommate 
       ya ya ya. Hari ini tepat satu minggu kepulangan gw dari pare. Tau pare kan? Pare itu didalemnya kabupaten Kediri. Masih gak tau? Kampung Inggris deh tempatnya orang - orang les bhs inggris. Masih gak tau juga? Kebangetan namanya, patut dipertanyakan status warga negara Indonesianya tuh. Oke terlepas dari lo tau atau gaknya sama Pare atau Kampung Inggris, gw cuma mau sedikit cerita - cerita aja disini ;)

       Jadi dalam rangka liburan ( yg tumben - tumbenan ) yang cukup panjaaaaang, gw mau rehat sebentar dari aktifitas ke-ribetan hidup gw ;p Dulu waktu SMA sempet baca tentang kampung inggris di majalah go girl, waktu itu cuma jadi angin lewat aja. Eh gak taunya ke inget lagi deh, gara - gara temen gw ada yang mau berangkat kesana. Setelah melalui proses mikir panjang ( tetep ya fertina, gak idup kalo gak banyak mikir ), akhirnya gw mutusin untuk ikut tour sendirian. Karna temen - temen gw mutusin untuk berangkat tgl 25 Desember.

the partner in crime
       Ya selain awalnya gw gak mau ribet dengan tetek bengek perngetengan, gw mau coba suasana baru. so i dared to my self to do something unusual ;p Jadi lha gw berangkat tgl 14 Januari 2012. Dengan kepercayaan diri yang tinggi pergi juga gw ke kediri sana, ujung jawa alias jawa timur.

        Setelah gw nyampe Kampung Inggris / pare, terlintas dipikiran gw " oke ini gak sesuai ekspetasi gw and maybe it will be long long time to through it". Gw gak akan bahas tempat les dan camp atau kosannya disni, mungkin lo bisa liat di blog lain atau lo rasain sendiri aja kesana ;) Yang gw gak tahan adalah panasnya pare, panaaaasnya itu lhooooo berasa lagi digurun. Ngebakar bok. Selama gw sebulan disana, pare sukses ngebuat  gw berasa pulang dari pantai     -____-

         Terlepas dari panasnya pare, gw ngerasain sesuatu yang gw gak rasain di tempat gw kuliah atau rumah gw. Kebebasan, kebebasan disini beda dari kebebasan gw dirumah atau dikosan gw. Lo tau kalo kita dikampung inggris kendaraan kita adalah sepeda ( sepedanya kita sewa sebulan ). Lo bisa rasain gimana kalo galau atau suntuk lo bisa kemana aja tanpa harus takut adanya hal - hal serem yang sering terjadi di ibu kota. Dan pengguna sepeda sangat sangat dijunjung ( ya secara penduduknya rata - rata juga ngegunain sepeda ) jadi gak mesti takut buat naik sepeda dijalan raya ( atau cuma gw doang yaa yang takut ;p ).

sang sepeda berkepala tiga
          Dan lo tau, gw itu baru bisa naik sepeda SMP. Itu juga belajar dirumah sodara, gara - gara rumah gw dipinggir jalan jadi gak boleh belajar deh. Tapi boleh dicatet, gw belajar gak pake jatoh lhoo ;p dan baru nyobain track jalan raya itu beberapa minggu sebelum berangkat ke pare dan itu ditangerang. Selama gw dipare gw jadi bisa pake tangan satu dan bediri disepeda. Mungkin buat lo biasa aja, tapi buat gw cukup prestasi. Masalahnya awalnya gw sangat sangat gak berani orangnya dan tiba - tiba kalo kita bener - bener ngerasain feelingnya, bakal terjadi gitu aja. Dipare ini gw ngerasain kebebasan dalam arti lain.
           Jadi salah satu contohnya, waktu gw dan temen - temen tour gw pergi ke alun- alun kidul, Jogja dimalem hari. FYI, alun - alun kidul malem - malem keren juga salut gw sama ide mereka untuk buat rekreasi malem kayak gitu. Nah jadi abis naik yang mobil - mobilan berlima, gw laura n cia mutusin buat naik sepeda tiga ( itu lho biasanya dua tapi ini ada yang tiga juga). Gw dan laura sama - sama udah ngerasain duduk dikurisi depan atau kursi pemimpin istilahnya lha. Awalnya gw agak takut dan gak mau kayak si cia, tapi akhirnya gw coba. Dan ternyata bisa, nah cia jadi gak tau kan gimana rasanya ngemudi paling depan. Serunya, ngerinya, jaga seimbangnya belom lagi ribetnya. Hahahaha. Nah, dari situ aja rugikan. Cia gak ngerasain, dia gak ngebebasin pilihan dan ketakutannya.


i called it, the pinkies nineties ;p
             Ada lagi waktu kita semua pergi ke gunung bromo. Disini gw bersyukur dapet kesempatan kedua ke bromo ( sebelumnya SMA ) dan saat itu dengan bodohnya gw gak sampe kawahnya karna bau belerangnya yang sangat amat kuat. Nah, gw bertekad, bau gak bau gw harus nyampe kawah dan ngeliat kawah dan gak pake kuda! Oke gw ke puncak untuk ngeliat sunrise gak naik kuda dan kekawah juga gak naik kuda, dua - duanya itu sangat amat capek lhoo ( FYI sembuh pegelnya seminggu ), tapi apa yang gw dapet sungguh sungguh sebanding dengan apa yang gw laluin sebelumnya. Tapi salah satu temen gw Lany ( maaap lan ;p ), dia juga gak ngebebasin dirinya ngerasain ketakutan dan menyerah sebelum berperang. Padahal dengan itu, setelah gw nyampe puncak ( ya walaupun bukan semeru ;p ), kita jadi bisa menarik kesimpulan dari itu semua untuk hidup, apapun itu kehindahaan sejati harus dilalui dengan kesusahan sejati pula, semakin susah dan kita terus berjalan semakin indah yang akan kita liat diatas sana ;) dan itu gw diskusiin sama my partner in crime gw selama setiap ketempat liburan, Nely ( yang sama - sam bengah sama keramaian ;p ). Semangaaaat yaaa Nel ;) Inget perjuangan dan filosofi kita!! ;)


                 Dan yang terakhir (sebenernya ada banyaaak cerita, tapi cukup gw dan Allah yang tau sisanya ;p ) gw itu duluuu bgt suka makan duren, tapi karna ada kejadiin kecil sewaktu perjalanan ke padang, sumatra barat jadi gw mabok dan ogah makan duren lagi. Itu berlangsung waktu gw kelas 4 SD sampe sekarang, nyium baunya aja ogah. Tapi waktu gw, laura dan yang pulang dari Goa Surowono, Pare terjadilah insiden itu.  Mereka bertiga beli dan makan duren, jadi mau gak mau lha gw nungguin mereka makan, secara gw gak tau jalan pulang. dan lo tau, tersisa satu biji duren, dan mereka nyuruh gw makan itu. Karna didorong - dorong terus dan merasa penasaran ( soalnya gak enek lagi nyium bau duren ) akhirnya gw makan. Dan hopla, ternyata gw merasakan lagi kenikmatan  selama kurang lebih 11 tahun gw lupa rasanya. Hahahaha. Pare emang ngasih banyak ke gw.

parkiran depan camp

                  Yah ujungnya jangan pernah takut buat milih dan nyoba. Kalo gw gak mutusin untuk ikut gw gak bakal ngerasain itu semua kan? dan kalo gw gak mau nyoba sesuatuyang baru dan lain gw gak akan ketemu hal - hal aneh dan keluarga baru ;)

Tuesday, December 6, 2011

temen dimana kapan dan selalu

      Gak tau kenapa hari selasa 6 Desember 2011, banyak yang ngajak main. Tapi pilihan jatuh didua acara, pagi gw ke sekolah gw cinta Islamic Village ( dari SD , SMP sampe SMA gw disana ) bareng temen sebangku gw dari kelas 2 sampe 3 SMA, Rubby tapi panggil dia Rubbay aja. Si Rubbay itu temen gw susah dan sedih selama disebangkuan sama gw ( duileh. hahaha ) dan ngobrol selalu cocok apalagi selera juga hampir -hampir mirip. Terus dilanjutin ke rumah sahabat gw, sahabat yang kuat ngadepin gw dari SD yang selalu bisa nenangin atau bisa nememin seneng sedih, Dinda.
kantin sekolah gw
      Ngobrol sama Rubbay emang selalu bisa lamaaa. Kita ketemuan dihalte Isvil ( Islamic village ), dari situ udah ketemu si Nobita ( tukang ojek langganan temen - temen SMA gw ). Ngobrol - ngobrol dulu bertiga sama Nobita dihalte, ternyata nobita bilang ISvil lagi renov gede - gedean. Bangunan sekolahnya bener - bener dirombak dan jadi modern. Keren sih, tapi agak bikin bingung. Jadi, SD, TK dan kelas internasional pindah di deket lapangan bola, SMA dipindahain ke bangunan SD, SMK bangunan yang ngadep jalan dan SMP yang bangunan SMA dulu trs kantin mau dibongkar buat jadi tempatnya ST ( sekolah tinggi ).
       Niat gw ngajak Rubbay ke Isvil emang mau nostalgia aja. Keeadaannya pas gw masukin emang lagi kacau balau, soalnya lagi renov sana - sini. Dan tengah - tengah tempat latihan dan pengibaran paskib gw dulu itu dijadiin taman. Dan sekarang ada Wi-fi disekolah gw men! Gilingan padi! Terlepas semua ke'baruan' itu, gw jadi inget lagi masa - masa gw sekolah dulu. Bener - bener gak nyangka udah hampir 4 tahun dan itu bikin gw kangen bangget. Inget waktu becanda -canda didepan kelas kalau lagi gak ada guru atau lagi istirahat, makan dikantin bareng - bareng, kadang suka satu orang suka nempatin tempat duduk buat anak - anak, bolos ke kantin bahkan kangen pake baju seragamnya! Feelingnya bener - bener dapet pas gw masukin lagi sekolah gw. Apa lagi pas gw jajan cimol dan molen, jajanan yang biasa gw jajanin dulu . :')
jajannan gw dulu, cimol & molen ;p
        Ngomong - ngomong soal seragam, berapa seragam SMA lo dulu? 3,4 atau 5? Seragam SMA gw terdiri dari 5 ( Baju olah raga, baju kotak - kotak, ciri khas batik, putih abu - abu dan putih - putih ) dan itu batu kotak - kotaknya dipake dua hari ( rabu dan kamis ) udah termaksud banyak menurut gw. Dan lo tau apa? Sekarang itu gw dapet info dari Bang Mansyur ( pelatih paskib SMA gw, tiba - tiba dia kekantin makan siang, akhirnya ngobrol bertiga), kalau sekarang seragam SMA gak ada yang dipake lebih dari sehari alias tiap hari ganti baju! Gila! jadi ada 6 baju totalnya ( putih abu - abu, putih - putih, ciri khas, kotak -kotak dan batik baru ( warna ijo, yg bikin gw iri karna dulu gw gak punya seragam batik dan bagus lagi -___-) sama baju olah raga ). Renpong yee sekolah zaman sekarang, gimana nanti zaman anak gw?
        Akhirnya udah capek ngobrol - ngobrol beberapa jam, gw sama Rubbay mutusin buat pindah ke WB ( warung bawah ) ini tempat kedua selain kantin tempat buat jajan. Posisinya diluar sekolah, tapi bisa jajan lewat pager atau bisa kalau abis atau dari Mesjid. Dan abang - abangnya gak banyak yg berubah dan masih inget juga sama gw n Rubbay. Si Rubbay mesen mie ayam, berhubung gw udah kenyang abis makan dirumah sebelumnya gw mesen siomay aja.Mie ayam dan siomay salah dua yang juga biasa gw beli selain gorengan dan balor ( rakus yaa gw waktu SMA ) hahahaha.
ini ni yang namanya WB
        Langsung gw kerumah Dinda, sebelumnya ke alfa midi dulu beliin titipan dia. Gw selalu ngedapetin quality time sama dinda, walau cuman sebentar. Dirumah dinda, berhubung gak ada orang dan cuman gw berdua aja, jadi kita masak. Niatnya mau ngajarin gw, tapi tetep gw cuman kebanyakan Dinda. Hahahaha. Tapi bener lho kali ini gw banyak bantu, suer ;p Masak potato chips dan chicken steak. Sebelumnya kita udah ngemil, jeli no sugar sama yogurt activa rasa strawberry. Judulnya makan banyak hari ini, dirumah paginya udah makan roti dan nasi pake sayur asem dan ikan asin trs jajan cimol, molen dan somay di Isvil dan terakhir dirumah dinda itu. Gilaa, begah tapi kita harus kan terkadang nyenengin orang yang kita sayang sekali - kali. Hasilnya perut menggelambung. hahahaha.
         Makan hasil masakan kita makan dikamarnya sambil nonton film. Mini filmnya despicable me dan Flip. dan terakhir nonton episode pertama dan keduanya drama seri terbaru Zooey Deschanel, new girl. Yang ngisahin satu orang cewe yang tinggal satu apartemen sama 3 temen cowonya dengan segala tetek bengek kehidupan keseharian. Walaupun mereka satu atap, mereka tetep ngeharagain si cewe sabagai cewe dan gak ada yang saling tertarik lebih dari itu. Nonton TV seri itu ngingetin gw akan sesuatu, temen - temen cowo gw yang selalu nemenin gw ;)
          Sepulangnya dari rumah Dinda, gw sama Dinda janjian untuk sepedaan bareng besok paginya. Intinya hari ini, walaupun cuman sekedar makan di sekolah dan cuman makan dan nonton dirumah kita udah bisa ngedapetin waktu yang sangat berharga sama temen kita. Dan bisa memperdeket lagi relasi kita. Semoga ini akan terus terjadi, sampe kakek - nenek. Menjadi tua gak cuman dengan pasangan kita hidup nanti kan? Harusnya kita gak lupain itu.

Monday, December 5, 2011

German all day long

salah satu spot foto yg rame didatengin
      Berkali - kali gw ucapin ke diri sendiri dan berkali - kali pula gw alami, kalau hal hal yang precious itu pasti dapetinnya gak gampang! Terkadang gw masih ngelupain kata - kata itu. Tapi kemaren tepat disaat hari ulang tahun bokap gw ( 4 Desember 2011 ) gw diingetin lagi sama Pencipta alam semesta. Udah dari beberapa hari sebelumnya gw udah ngerencanain mau dateng ke acara Deutschland für änfanger yang diselenggarakan oleh Goethe Institut di Museum Nasional ( Museum Gajah ) Jakarta. Gw udah khusus buat ditanggal itu untuk ngedatengin acara itu dan acara Indonesia Book Fair di Istora senayan, jakarta. Malah mau ngedatengin Market place di Parkit senayan dan ke acara tour n travel wisata di JCC, tapi sayang waktu juga yang ngehalang.
disini kita bisa nulis apa aja 
      Akhir - akhir ini emosi gw gak karuan, balik lagi ke zaman - zaman SMA, gak kecuali hari yang udah gw rencanain itu. Padahal ni ya " dapet" gw udah mau selesai tapi emosinya juga gak selasai - selesai, aneh. Semua orang atau hal - hal kecil aja yang gak berkenan dihati langsung bawaannya sewot. Gw itu dasarnya kan gak tau jalan ke museum nasional, adek gw sama aja. Jadinya gw ngandelin nanya - nanya ke Riris via SMS. Dari yang gw nanya sama dia naik bis apa, mending naik busway dari Harmony atau Slipi bawah sampe gw udah ditolpun dia gak bales - bales. Karna berhubung dari SMA gw paling jago daerah Blok M, jadi lha gw naik bis 138 jurusan Poris - Blok M.
      Dan setelah bawel dan marah - marah ke Riris, ( karna dia gak bales - bales sms gw, padahal dia blg kasih tau kalau udah di tol) akhirnya di Kebun jeruk baru dia bales SMS gw. Dia balik marah - marah ke gw, bilang kalau hari sebelumnya dia udah bilang gw disuruh naik 157 atau 33 sampe Harmony. (deng ) Gw baru ngeh kalau dia udah ngasih tau gw. Alhasil jadi gw yang ngerasa bersalah sama dia ( kebiasaan ). Akhirnya dia nyuruh gw naik Busway di Sency. Sampenya gw di Sency, gw baru lupa kalau disitu gak ada jalur busway! Ngomel - ngomel lagi deh gw. Berhubung panas, gw ajak adek gw ke 7Eleven aka sevel aja.
       Eh di sevel gw ketemu RAN and the gank! ehm. Biasa aja si orang - orangnya, gak spesial. hahahaha. Malah gw sempet Rayi dari deket pas mau ngambil Slurpee. Gak ada bedanya sama yang di TV ( yaiyalah yaa ). Balik lagi ke cerita. Si Riris bales, " sejak kapan disenci ada busway, lo jalan dulu ke Ratu Plaza. iih gak apal - apal deh!". Buseeet, makin kesel aja gw. Kapan gw pernah naik buswar dari situ? Dia juga yang ngasih tau suruh naik di Senci! Udah males aja gw bawaannya. Dari gw salah bis tadi, udah mikir mau ninggalin Riris aja. Jadi mau ke Blok dulu nyari buku Jerman langsung ke Senayan. Udah emosi tingkat dewa gw. Abis minum slurpee rasa Blueberry sama Manggo, gw jadi sadar gw harus tetep ke Musem Nasional! ( apa hubungannya? )
Kerjaan adek gw, ngambil propertynya buat foto ;p
       Akhirnya gw sama adek gw jalan juga ke Ratu Plaza, buat naik busway. Untungnya dapet duduk! Dan untungnya lagi gak gitu jauh dari Ratu Plaza ke Museum Nasional. Riris dateng pas bgt sama kedatengan gw ( padahal di sevel adek gw sempet makan dulu -____- ). Nyampe dalem ruangan tempat acara pameran Jerman tadi bener - bener gak nyesel, worth it bgt! Jadi apapun yang berhubungan sama Jerman dari A to Z, jadi misalnya K untuk Kindergarten terus di jelasin tentang apapun sistem yang ada di Jerman dan ada gambar - gambarnya juga ada juga komen - komen yang bisa kita dengerin ditiap hurufnya. F untuk Fussball atau bola, juga menjelaskan bola yang ada di Jerman, sejarah, gambar - gambarnya dan ada juga lagu bola dijerman.
      Selain banyak hal yang didapet, acara ini gw gak sia - siain buat foto - foto. hahahaha. Seru banget ternyata. A sampe Z ternyata kurang cuman beberapa jam. Ternyata udah jam 14.30, masih banyak yang mau didatengin akhirnya mau gak mau pulang juga walaupun gw ngerasa bgt kurang waktunya belum semua gw baca dan pahami secara mendalem. Harusnya emang ikutin rencana awal daari pagi ni! Tapi mau gak mau harus relain dan mudah - mudahan tetep ada manfaat yang gw dapetin. ( amin! )
       Karena janjian sama Erik juga, jadi sebelum ke Istora senayan gw, Riris dan adek gw Okky makan dulu di KFC Ratu Plaza sambil nungguin Erik. Sekitar satu jam di KFC, akhirnya jam 4 jalan juga ke Istora. Gw udah sempet ketar ketir, udah sore bisa gak ya tetep ke Blok M buat nyari - nyari buku bahasa Jerman. Tapi ternyata sebaliknya! Gw nemu banyak banget buku bahasa Jerman. Udah berkali - kali gw dateng ke bookfair tiap bulan juni / juli atau yang akhir tahun tapi gw gak tau kalau ada buku - buku bahasa asing selain bahasa inggris. Kayak surga ( hahahaha, lebay ), sampe bingung gw mau milih buku yang mana aja mau yang gw beli. Akhirnya gw mutusin beli 3 buku yang salah satunya komik Asterix obelix versi bahasa Jerman.toko yang negjual buku - buku bahasa asing itu. Tentunya gw udah dapet 2 nomer tlp  Sama sekali gak beli buku - buku novel buat bacaan! Padahal gw nemu buku - buku Sydney Sheldon lengkap (ada 18 buku karangan Sydney Sheldon ).
Ada audio yg bisa didengerin ditiap hurufnya
Baju khasnya Jerman
ini logat - logat yg ada di Jerman yg bisa kita dengerin
UUD nya orang jerman
        Selesai muterin bookfaair akhirnya jam 18.30 pulang juga. Baru berasa capeknya. Soalnya malemnya gw nungguin downloadan 1 GB yang diminta nyokap gw dan baru tidur jam 3 pagi sementara bangun jam 8 pagi! Dan seharian gw jalan - jalan aja kerjanya. Tapi sekali lagi itu sebanding bgt dengan apa yang gw dapetin! Mungkin kalau gw nurutin emosi dan males gw kalau gak jadi ke Museum Nasional, gw gak akan ngeliat hal - hal yang menarik disana,yang keren. Dan langsung ke Istora gw belum tentu ngerasain  perjalanan yang gw rasain pas gw pergi ke Museum Nasional, balik ke Ratu Plaza sampe ke Istora. Istilahnya capek yang menyenangkan. Intinya adalah emosi dan males itu sebenernya gak ada gunanya apa lagi firasat - firasat yang ada dipikiran kita, itu cuman ngehalangi jalan lo ke tujuan indah di ujungnya. Terkadang gw malah lupa itu.

die Gaeste

free counters