Friday, October 30, 2015
Bayang
Pernakah terpikir olehmu, kamu tidak pernah sendiri. Kamu dan bayangmu. Pernah satu titik, aku berjalan, merasa sendiri. Ketika ku tengok, ternyata dia di sana, sunyi dan sabar. Menemani, sampai kepala berpaling lagi dan melupakannya. Suatu saat, aku terbangun dan meratap iri kepada bayangku yang tergeletak di sampingku. Kenapa kami tidak bertukar posisi saja?
Thursday, October 29, 2015
Dunia itu Aku
Ketika aku mengejar dunia, aku tersadar. Dunia adalah sebuah fatamorgana yang menampilkan riak-riak hati.
Aku ingin menuliskan dunia, lalu aku sadar, dunia bukan hanya sekedar kata benda, tapi juga kata kerja, kata sifat, objek, bahkan subjek yang dibakukan.
Aku berharap bisa menggenggam dunia, aku terkejut. Dunia bukan hanya tidak bisa dimiliki, ia juga tidak bisa ditemui.
Lalu aku ingin menjadi dunia itu sendiri. Menyatu, berkaca, dan menanpilkan. Dan aku mengerti, dunia itu aku.
MUC, 29th October 2015
Friday, November 14, 2014
Menu Mood Melanda
"Musuh yang paling sulit dikalahin itu diri sendiri."
Sering banget gue denger kata-kata itu. Terlebih saat gue lagi ada (menurut gue) masalah. Kenapa gue bilang menurut gue? Karena terkadang dan sering kali, sebuah masalah yang gue rasain itu semakin berasa yaa karena pikiran itu sendiri.
Dan pikiran itu yang akhirnya punya kekuatan dan "kekuasaan" terhadap gue. Idealnya gue berteman sama si pikiran, tapi seringnya justru gue dimainin, bahkan diperbudak.
Kalau udah mulai kebangetan, dengerin lagu emang yang paling ampuh balikin mood. Ada beberapa lagu yang ampuh balikin semangat, mau berapa kali didengerin. Dan ini lah mereka:
Thursday, November 6, 2014
A Huge of thanks who gave me special gift
By Kiram
By my lil Brother, Okky
![]() |
| From The Family Ehler |
| A Box of Chocolate from Didi & Dina |
![]() |
| by Marwah |
![]() |
| by Nungkay |
![]() |
| by Putri Dinasty |
![]() |
| by Putri Dian |
by Ririzkaa
Thank you so much to all of you, who gave me special gift and made me
special in my special day.
Without all of theese, my birthday couldn't be special.
And to all of you, who gave me special prays.
All of those things are important to me.
Thanks.. Thanks..
And to all of you, who gave me special prays.
All of those things are important to me.
Thanks.. Thanks..
Sunday, November 2, 2014
Hallo!
Apa kabar dunia? Apa kabar Bandung? Apa kabar Jakarta? Apa kabar Indonesia? Apa kabar dunia maya? Akhirnya balik lagi, setelah berbulan-bulan hibernasi dari blog. Entah kenapa dulu blog yang dirasa kurang efisien, sekarang dirasa sangat diperlukan. Seenggaknya buat gue. Anyway, mau di manapun gue berada, blog akan selalu di situ-situ aja. So here i am.
Dua bulan yang lalu, tepatnya tanggal 15 September gue berangkat ke Jerman. Niat awalnya, gue mau Bahasa Jerman yang udah gue pilih sebagai jurusan kuliah gue selama lima tahun di Unpad, enggak sia-sia. Gue jungkir balik selama kuliah di sana, dan setelah lulus rasanya sungguh amat menyakitkan hati gue, kalau bahasa itu keluar gitu aja dari otak gue (terlebih orang-orang tersayang yang udah ikut jungkir balik membiayai kejungkirbalikan gue). Singkat kata, gue ikut program Aupair untuk alasan pertama itu dan "mengharapkan" dan mencari kesempatan selanjutnya.
Tapi untuk masalah itu dan cerita-cerita lainnya, itu belakangan. Gue (rencananya) akan ceritain itu satu-satu di sini. Bukan untuk siapa-siapa sih, buat gue sendiri aja. Biar suatu hari nanti ingetan gue, bisa tergambar jelas ditulisan-tulisan gue.
| Persiapan pesta kecil di Kamar dan kota k coklat love itu dapet dari Didi dan Dina (so sweet yaa) |
Tulisan kembalinya gue di blog ini, gue dedikasiin untuk diri gue sendiri. Kenapa? Bukannya narsis, tapi hari ini tepat 25 tahun gue dikasih anugerah sama Tuhan di bumi. Alias hari ini bertepatan dengan hari lahir gue.
Untuk pertama kalinya, gue ultah jauh dari rumah dan orang-orang yang biasa merayakan bareng gue. Ya, enggak merayakan juga sih, hanya sekedar kumpul untuk memberikan sebuah doa yang buat gue udah lebih dari cukup (walaupun terkadang mengharapkan kado. ahahaha).
Kalau yang biasanya seneng banget dapet jatah hari ulang tahun hari minggu, sekarang ya seneng. Tapi cuma sekedar seneng. Seneng sih, karena kebiasaan orang Jerman merayakan hari ulang tahunnya di tiap tahunnya. Dan karena gue tinggal bareng mereka, secara otomatis mereka ikut merayakan hari ulang tahun gue.
Jam sembilan sang Ibu udah manggil gue buat sarapan. Tapi pas gue sampe atas, eh dia nyuruh gue tunggu dulu. Ya ketauan lah yaa kalau mereka nyiapin sesuatu. Hahaha. anyway, setelah beberapa menit gue nunggu di depan dapur, terus gue masuk sambil diiringin mereka sekeluarga nyanyi lagu selamat ulang tahun versi Jerman. Terharu juga sih, soalnya mereka tau ulang tahun gue tanpa nanya daan mereka juga nyiapin kue serta kado segala.
Sekitar tiga lagu ulang tahun dari tiga versi bahasa Jerman dinyanyiin, gue disuruh tiup lilin dan as always disuruh minta permintaan dalam hati sebelum niup. Dan doanya adalaah RAHASIA. Semakin terharu lagi, soalnya sarapannya niat. Tata dekor mejanya juga sesuai kalo lagi ada acara makan-makan di rumah.
Malam sebelumnya
Sebenernya gue enggak nyangka bakal ada pesta kecil-kecilan kayak gitu. Gue udah pasrah aja sama ulang tahun kali ini. Sampe-sampe gue udah nyiapin barang-barang untuk menyenangkan diri sendiri.hal terburuk dengan membeli sendiri kesenangan-kesenangan hari ulang tahun demi diri sendiri. Yaa, intinya merayakan hari spesial cuma gue dan diri gue, sekali-sekali kan membuat diri sendiri spesial. Jadi gue buat diri gue jadi ratu sehari, apa yang gue mau ya gue beli.
Sampe-sampe gue sempet dua jam di Stasiun malam sebelum tanggal 2, cuma buat nikmatin kesendirian sambil ngeliat keadaan sekeliling. Kesannya merana, tapi perlu dicoba loh. Kadang hal-hal disekitar bisa menghibur juga. hehehehe.
![]() |
| surprize kecil pagi-pagi. |
Sekitar tiga lagu ulang tahun dari tiga versi bahasa Jerman dinyanyiin, gue disuruh tiup lilin dan as always disuruh minta permintaan dalam hati sebelum niup. Dan doanya adalaah RAHASIA. Semakin terharu lagi, soalnya sarapannya niat. Tata dekor mejanya juga sesuai kalo lagi ada acara makan-makan di rumah.
Malam sebelumnya
![]() |
| Beli es krim pisang-stroberi pas JJS-Ultah! emang nikmat nyenengin diri sendiri. |
Sebenernya gue enggak nyangka bakal ada pesta kecil-kecilan kayak gitu. Gue udah pasrah aja sama ulang tahun kali ini. Sampe-sampe gue udah nyiapin barang-barang untuk menyenangkan diri sendiri.hal terburuk dengan membeli sendiri kesenangan-kesenangan hari ulang tahun demi diri sendiri. Yaa, intinya merayakan hari spesial cuma gue dan diri gue, sekali-sekali kan membuat diri sendiri spesial. Jadi gue buat diri gue jadi ratu sehari, apa yang gue mau ya gue beli.
Sampe-sampe gue sempet dua jam di Stasiun malam sebelum tanggal 2, cuma buat nikmatin kesendirian sambil ngeliat keadaan sekeliling. Kesannya merana, tapi perlu dicoba loh. Kadang hal-hal disekitar bisa menghibur juga. hehehehe.
Wednesday, January 30, 2013
#17: Lilin aromaterapi penjelajah waktu
Baru-baru ini, saya lagi iseng-isengnya nyari lilin aromaterapi. Itu loh, lilin yang ada wangi-wangiannya. Disuatu pagi, tiba-tiba aja kepikiran, "enak kali yaa nyalain lilin aromaterapi untuk di kosan". Lumaya, kalau lagi mikirin skripsi ada latar wangi-wangiannya gitu. hahaha. Siapa tau pikiran jadi tenang lagi.
Tapi ternyata, mendapatkan lilin aromaterapi yang sesuai itu sesusah ngajuin judul skripsi! Sesuai wanginya, sesuai ukurannya dan yang terpenting, sesuai dikantongnya! Hahaha. Lilin yang saya temuin di pusat-pusat perbelanjaan, nggak ada yang memenuhi kriteria saya tadi. Misalnya wangi dan ukurannyanya oke, tapi buat si kantong nggak enak. Atau misalnya wangi dan harga udah oke, eh ukurannya nggak pas.
Singkat cerita, saya belum bisa nemuin lilin aromaterapi yang sesuai di hati. hahaha. Udah cari dimana-mana, kalau lagi jalan kemana pun pasti mata awas sama keberadaan lilin dambaan hati tersebut. Akhirnya minggu kemaren saya nemuin lilinnya! Dan tau dimana saya nemuinnya? Di rumah! Ya, di rumah saya di Tangerang! Dan selama ini saya cari di sekitaran Jatinangor dan Bandung! Gimana ceritanya?
Jadi gini, beberapa tahun lalu, tepatnya saat saya duduk di bangku SMP yang notabene anak seumuran itu suka belanja barang-barang yang nggak terduga dan nggak peting. Benar kan? Dari sekian banyak barang absurd, salah satu barang yang saya beli saat itu adalah lilin aromaterapi berwarna pink dengan wangi mawar dengan penutupnya.
Dulu, saya suka menyesal setelah membeli suatu barang, macem-macem alesannya. Dari yang sadar akan kegunaannya yang nggak jelas sampai modelnya yang nggak sesuai. Tapi, kebiasaannya saya, semua barang sesalan itu tetap saya simpan dan biasanya sampai bertahun-tahun. Lalu biasanya, dihari mendatang, barang tersebut bertemu dengan jodoh kegunaannya. Suatu saat kemudian, saya baru merasakan kegunaannya. Serius deh.
Kejadian semacam itu sering banget saya alami. Begitu juga lilin aromaterapi ini. Saat lagi iseng ngubek rumah, nggak sengaja nemu lagi lilin aromaterapi yang dulu saya beli saat saya masih pake seragam putih biru. Sesuai lagi dengan kriteria di atas. Ukuran, wangi dan yang terpenting nggak bikin kantong lecek (tipikal anak kosan yang jauh dari rumah. hahaha).
Setelah penemuan besar itu saya jadi sadar, kadang saya suka menyesali akan suatu barang yang sudah saya beli dan ujung-ujungnya jadi merasa bersalah dan menyalahkan diri-sendiri. Jadi nggak bagus kan untuk diri sendiri juga. Jadi cari-cari kesalahan sendiri. Padahal suatu benda sebenernya punya kegunaannya sendiri, secara sadar atau nggak sadar. Mungkin alam bawah sadar yang tau, kalau suatu saat nanti barang tersebut dibutuhkan atau membantu banget. Hanya prasangka saya. Lagi-lagi, cuma butuh waktu.
Tapi ternyata, mendapatkan lilin aromaterapi yang sesuai itu sesusah ngajuin judul skripsi! Sesuai wanginya, sesuai ukurannya dan yang terpenting, sesuai dikantongnya! Hahaha. Lilin yang saya temuin di pusat-pusat perbelanjaan, nggak ada yang memenuhi kriteria saya tadi. Misalnya wangi dan ukurannyanya oke, tapi buat si kantong nggak enak. Atau misalnya wangi dan harga udah oke, eh ukurannya nggak pas.
Singkat cerita, saya belum bisa nemuin lilin aromaterapi yang sesuai di hati. hahaha. Udah cari dimana-mana, kalau lagi jalan kemana pun pasti mata awas sama keberadaan lilin dambaan hati tersebut. Akhirnya minggu kemaren saya nemuin lilinnya! Dan tau dimana saya nemuinnya? Di rumah! Ya, di rumah saya di Tangerang! Dan selama ini saya cari di sekitaran Jatinangor dan Bandung! Gimana ceritanya?
Jadi gini, beberapa tahun lalu, tepatnya saat saya duduk di bangku SMP yang notabene anak seumuran itu suka belanja barang-barang yang nggak terduga dan nggak peting. Benar kan? Dari sekian banyak barang absurd, salah satu barang yang saya beli saat itu adalah lilin aromaterapi berwarna pink dengan wangi mawar dengan penutupnya.
Dulu, saya suka menyesal setelah membeli suatu barang, macem-macem alesannya. Dari yang sadar akan kegunaannya yang nggak jelas sampai modelnya yang nggak sesuai. Tapi, kebiasaannya saya, semua barang sesalan itu tetap saya simpan dan biasanya sampai bertahun-tahun. Lalu biasanya, dihari mendatang, barang tersebut bertemu dengan jodoh kegunaannya. Suatu saat kemudian, saya baru merasakan kegunaannya. Serius deh.
Kejadian semacam itu sering banget saya alami. Begitu juga lilin aromaterapi ini. Saat lagi iseng ngubek rumah, nggak sengaja nemu lagi lilin aromaterapi yang dulu saya beli saat saya masih pake seragam putih biru. Sesuai lagi dengan kriteria di atas. Ukuran, wangi dan yang terpenting nggak bikin kantong lecek (tipikal anak kosan yang jauh dari rumah. hahaha).
Setelah penemuan besar itu saya jadi sadar, kadang saya suka menyesali akan suatu barang yang sudah saya beli dan ujung-ujungnya jadi merasa bersalah dan menyalahkan diri-sendiri. Jadi nggak bagus kan untuk diri sendiri juga. Jadi cari-cari kesalahan sendiri. Padahal suatu benda sebenernya punya kegunaannya sendiri, secara sadar atau nggak sadar. Mungkin alam bawah sadar yang tau, kalau suatu saat nanti barang tersebut dibutuhkan atau membantu banget. Hanya prasangka saya. Lagi-lagi, cuma butuh waktu.
Wednesday, January 23, 2013
#16 : Kesunyian hujan
Apa lah arti kehadiran hujan?
Hadiah yang menyembunyikan indah
Ia selalu mempunyai alasan untuk menyembunyikan senjaku
Dengan seenaknya ia menikmati keindahannya, tanpa ingin berbagi
Hujan merupakan bulir-bulir keegoisan yang jatuh dari langit
Siap memasuki raga-raga sunyi
Merenggut kesepian dengan kegaduhan semunya
Subscribe to:
Posts (Atom)











